Selasa, 27 September 2011

Gaun Pernikahan Terpanjang di Dunia: 3 Km


Ratusan warga sukarela membantunya memegangi juntaian kain tipis itu di sepanjang jalan. VIVAnews - Elena De Angelis memimpikan pesta pernikahan tak terlupakan seumur hidup. Setelah memeras otak, wanita asal Italia itu itu nekat mewujudkan ide gila dengan memesan gaun pernikahan dengan ekor sepanjang tiga kilometer.

Duduk berdampingan dengan kekasihnya di mobil tanpa atap, Elena membiarkan ekor gaunnya menjuntai di jalan. Ia tak khawatir gaunnya terputus, karena ratusan warga sukarela membantunya memegangi juntaian kain tipis itu di sepanjang jalan menuju gereja.

Perjalanan Elena menuju altar gereja menjadi ajang tontonan warga setempat. Sesampainya di gereja, sejumlah panitia pernikahan perlahan menggulung kain tersebut di sekitar gereja.

Perancang Gianni Molaro, yang mendesain gaun warna putih kuning gading, itu membutuh sekitar 6.000 meter kain sutra untuk mewujudkan mimpi Elena.

Harapannya, aksi itu memecahkan rekor dari Guinness Book of Record untuk gaun pengantin terpanjang di dunia, seperti dikutip dari Daily Mail.

Jumat, 23 September 2011

Permasalahan Dalam Belajar Mengajar

Permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar-mengajar antara lain adalah:

Terbentuknya opini di masyarakat bahwa nilai ujian nasional seolah-olah menggambarkan prestasi belajar secara utuh. Demikian pula kemenangan dalam olimpiade, kontes idol, atau perlombaan olahraga dipandang sebagai cermin prestasi belajar yang utuh. Apakah ukuran-ukuran ini valid dan dapat memberikan kontribusi yang

Kamis, 22 September 2011

Inovasi Pembelajaran

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, guru dituntut untuk melaukan inovasi pembelajaran, yaitu suatu usaha pembaharuan yang harus dilaksanakan untuk mengatasi kendala dan hambatan dalam pembelajaran yang selama ini ditemukan. Sebuah proses pembelajaran dikatakan berkualitas apabila pembelajaran tersebut bersifat powerfull. Artinya suatu proses pembelajaran hendaknya bermakna

Minggu, 10 Juli 2011

Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

KKM harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang

Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasar dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan. Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layanan pengayaan;
sebagai acuan bagi peserta didik dalam

Mekanisme Penetapan KKM

A. Prinsip Penetapan KKM
Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlu mempertimbangkan beberapa ketentuan sebagai berikut:

Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif. Metode kualitatif dapat dilakukan melalui professional judgement oleh pendidik dengan mempertimbangkan kemampuan akademik dan pengalaman pendidik

Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan kriteria ketuntasan minimal adalah:

1. Tingkat kompleksitas, kesulitan/kerumitan setiap indikator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik.
Suatu indikator dikatakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pencapaiannya didukung oleh sekurang-kurangnya satu dari sejumlah kondisi sebagai berikut:
a